Kurikulum SD Negeri Cibunar 2017-2018

Kurikulum SD Negeri Cibunar 2017-2018

BAB I
PENDAHULUAN
A.Rasional
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional yang merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
Oleh karena itu, rumusan tujuan Pendidikan Nasional menjadi dasar dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Pendidikan Kewirausahaan, serta Pendidikan Lingkungan Hidup. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cnta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian penidikan. Kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, merupakan acuan utama bagi Sekolah Dasar Negeri Cibunar dalam pengembangan dan penyusunan Kurikulum.
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Cibunar diharapkan mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang pada jenjang pendidikan dasar bertujuan unt
untuk meletakan dasar kecerdasan pengetahuan, kepribadian, ahklah mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Cibunar ini merupakan acuan bagai perwujudan sekolah yang efektif, produktif dan berprestasi. Yang mana para pendidiknya mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
  • Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  • Belajar untuk memahami dan menghayati,
  • Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  • Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
  • Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan.

B.Landasan Hukum
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 yang dimuat pada Pasal 1, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 (terlampir)
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 tentang Pemisahan Daerah.
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah. Permen 16 Tahun 2007 tentang Guru, Permen 24 Tahun 2008 tantang Tenaga Administrasi. (Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 48 Tahun 2008 tentang Standar Pembiayaan.
  • Undang-Undanng Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
  • Permendikbud No. 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI.
  • Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

C.Tujuan Pengembangan KTSP
Untuk memberikan acuan kepada Kepala Sekolah, Guru-guru, dan Tenaga Kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan.

D.Acuan Koseptual
  • Peningkatan Iman, Taqwa, dan Akhlak Mulia. Iman, Taqwa, dan akhlah mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, tqwa dan akhlak mulia.
  • Kebutuhan Kompetensi Masa Depan. Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu kemampuan berkomunikasi, berfikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, toleran dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas dalam kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran.
  • Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan Tingkat perkembangan  dan Kemampuan Peserta Didik. Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik.
  • Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah/Lingkungan. Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pngembangan daerah.
  • Tungtutan Pembangunan Daerah dan Nasional. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong. partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.
  • Tuntutan Dunia Kerja. Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan dimana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  • Agama. Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat bergama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, taqwa, dan akhlak mulia.
  • Dinamika Perkembangan Global. Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunya kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.
  • Peraturan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Kurikulum diarahkan untuk membangun karakterdan wawasan kebangsaan. Peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta ersatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
  • Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat. Kurikulum dikembangkan dengan memperjhatikan sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apreasiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.
  • Kesetaraan Jender. Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan prilaku yang berkeadilan dengan mmperhatikan kesetaraan jender.
  • Karakteristik Satuan Pendidikan. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

E.Prinsip Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini berpedoman pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
  • Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kemptensinya gar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter bangsa. Memiliki potensi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
  • Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi subtansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan , teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  • Relevansi dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemanggku kepentingan (stakeholder) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakupkeseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
  • Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

F.Tujuh Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
  • Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (1) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan   jati   diri,   melalui proses   pembelajaran   yang   aktif,   kreatif,   efektif,   dan menyenangkan. 
  • Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan   kondisi   peserta   didik   dengan   tetap   memperhatikan   keterpaduan   pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. 
  • Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima   dan   menghargai,   akrab,   terbuka,   dan   hangat,   dengan   prinsip   tut   wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). 
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber   belajar dan  teknologi   yang   memadai,   dan   memanfaatkan   lingkungan   sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). 
  • Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. 
  • Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan   pengembangan   diri   diselenggarakan   dalam   keseimbangan,   keterkaitan,   dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.


BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN
A.Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara  yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B.Visi, Misi, Strategi, dan Tujuan Sekolah

1.Visi Sekolah
Mewujudkan Peserta Didik Cerdas, Unggul, dan Berprestasi yang Dilandasi Iman dan Taqwa pada Tahun 2020

Indikator
Unggul dalam :
1) Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
2) Pengembangan Pendidik dan tenaga Kependidikan
3) Proses Pembelajaran
4) Kelulusan
5) Pengembangan Keterampilan

2.Misi Sekolah
  • Mewujudkan keharmonisan dalam menjalankan syariat Islam.
  • Memberikan layanan prima kepada siswa sesuai dengan kompetensinya.
  • Menumbuhkan semangat kunggulan secara kompettitif pada seluruh warga sekolah.
  • Menciptakan  hidup rukun dan pembiasaan berlaku santun serta saling menghargai antar sesama.
  • Menerapkan manajemen yang transparan, demokratis, profesional dan partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
  • Menegakan disiplin dengan penh tanggung jawab
  • Mewujudkan kesadaran menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan asri.
Keterangan
*) Tabel Nilaidan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
    (terlampir)

3.Strategi
1) Penataan kelembagaan
2) Meningkatkan Proses Pembelajaran
3) Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
4) Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Pendidik.

4.Tujuan Sekolah
  • Dapat mengamalkan ajaran agama sebagai hasil proses pembelajaran dan pengembangan diri yang relevan dengan tingkat kelas.
  • Mingkatkan nilai rata-rata kelas Ujian Sekolah
  • Meraih kejuaraan lomba mata pelajaran, olimpiade, seni,olahraga, minimal tingkat kecamatan setiap tahun.
  • Mewujudkan sekolah ramah lingkungan dan menjadi penggerak bagi lingkungan sekitar.
  • Mengembangkan potensi peserta didik dan pendidik sehingga menjadi sekolah yang unggul dan diminati masyarakat.
  • Membiasakan hidup disiplin dengan penuh tanggung jawab
  • Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan asri.
*)  Indikator Keberhasilan Sekolah dan Kelas dalam Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa  (terlampir)


C.Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan
(SKL-SP) Sekolah Dasar Negeri Cibunar
  • Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 
  • Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. 
  • Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. 
  • Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. 
  • Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif. 
  • Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik. 
  • Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 
  • Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 
  • Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. 
  • Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia .
  • Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.
  • Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.
  • Berkomunikasi secara jelas dan santun.
  • Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya. 
  • Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
  • Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung.

D.Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran
(SK-KMP) Sekolah Dasar Negeri Cibunar
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 
1. Agama dan Akhlak Mulia; 
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian; 
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 
4. Estetika; 
5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.
 
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran, yakni: 
  1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan. 
  2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani. 
  3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. Pada satuan pendidikan SD, tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang relevan.
  4. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan. 
  5. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan. 

Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk Sekolah Dasar Negeri Cibunar adalah sebagai berikut: 

1.AGAMA DAN AKHLAK MULIA 
  • Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak 
  • Menunjukkan sikap jujur dan adil 
  • Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 
  • Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 
  • Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya 
  • Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan

2.KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN 
  • Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia 
  • Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 
  • Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 
  • Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 
  • Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 
  • Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 
  • Berkomunikasi secara santun 
  • Menunjukkan kegemaran membaca 
  • Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang 
  • Bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 
  • Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal.

3.ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
  • Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif 
  • Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik 
  • Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi 
  • Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari 
  • Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar 
  • Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung 
  • Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.

4.ESTETIKA
  • Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.

5.JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN 
  • Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang 
  • Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

E.Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Sekolah Dasar Negeri Cibunar

1.Pendidikan Agama Islam
  • Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur�an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-�Alaq 
  • Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar
  • Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela.
  • Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 
  • Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi.

2.Pendidikan Kewarganegaraan 
  • Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 
  • Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 
  • Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 
  • Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 
  • Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai pancasila 
  • Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerah maupun pusat 
  • Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia, dengan kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, dan menghargai keputusan bersama 
  • Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 
  • Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri 

3.Bahasa Indonesia 
  • Berbicara 
  • Mendengarkan. Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat. Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan puisi 
  • Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama 
  • Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.. 

4.Matematika 
  • Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 
  • Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur dan sifatsifatnya, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 
  • Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 
  • Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  • Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 
  • Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 
  • Memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif.

5.Ilmu Pengetahuan Alam 
  • Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 
  • Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan, serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia, upaya pelestariannya, dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 
  • Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia, hewan, dan tumbuhan, serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 
  • Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya, perubahan wujud benda, dan kegunaannya 
  • Memahami berbagai bentuk energi, perubahan dan manfaatnya 
  • Memahami matahari sebagai pusat tata surya, kenampakan dan perubahan permukaan bumi, dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia 

6.Ilmu Pengetahuan Sosial 
  • Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 
  • Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga, serta kerja sama di antara keduanya 
  • Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 
  • Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 
  • Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional, keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 
  • Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 
  • Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benua-benua 
  • Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga, serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 
  • Memahami peranan Indonesia di era global 

7.Seni Budaya dan Keterampilan 
Seni Rupa 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan, manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat 

Seni Musik 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib, daerah dan Nusantara 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat 

Seni Tari 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari daerah setempat 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara 
  • Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara 

Keterampilan 
  • Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 
  • Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame. 
  • Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 
  • Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan 

8.Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 
  • Mempraktekkan gerak dasar lari, lompat, dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran, kerjasama, dan lain-lain 
  • Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi, senam kesegaran jasmani (SKJ), dan aerobik 
  • Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat, serta senam lantai 
  • Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 
  • Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot, kelenturan serta koordinasi otot 
  • Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan, piknik, dan lain-lain 
  • Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengenal makanan sehat, mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba.

9.Bahasa Inggris
  • Mendengarkan. Memahami instruksi, informasi, dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar 
  • Berbicara. Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Membaca. Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi, informasi, teks fungsional pendek, dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. 
  • Menulis. Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat.